Retret 2023

untuk Kalangan terbatas, khusus Jesuit.

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

Helping Image

Pada tahun pertobatan Ignatius yang lalu, secara bersama-sama sebagai Serikat Universal kita telah merayakannya dengan membarui diri masuk lebih dalam ke panggilan dasar kita sebagai Jesuit.

Pada retret tahun ini, kita hendak melanjutkan semangat pertobatan tersebut, dengan membarui serta menghidupi lagi kesiapsediaan panggilan apostolis kita. Kita perlu menguji lagi kehendak dan rahmat yang kita mohonkan untuk “lebih dalam mencintai dan mengikuti-Nya”.

"selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya”

percakapan rohani

Percakapan Rohani

1. Percakapan rohani pada intinya berisi sharing pengalaman doa, bacaan rohani dan refleksi atas pengalaman hidup. Ini dimaksudkan untuk saling memperkaya pengalaman rohani, membangun komunitas, dan kepekaan hati kita.

2. Secara kelompok, berkumpullah di tempat yang dirasa nyaman dan membantu hening.

3. Ada 1 orang yang memimpin doa, lalu mengajak bersama merasakan kehadiran Tuhan dan sahabat dalam retret.

4. Sharing putaran 1: masing-masing mengungkapkan pengalaman rohaninya. Setelah 1 putaran selesai, hening sejenak, merasa-rasakan tersentuh hatinya oleh sharing para sahabat

5. Sharing putaran 2: mengungkapkan SATU HAL yang paling menyentuh hati atau memberi pencerahan rohani dari banyak hal yang didengar dari sahabat-sahabat dalam kelompok.

6. Sharing putaran 3: Setelah hening sejenak dan merasa-rasakan kembali sharing di putaran 2, bisa dilanjutkan kemudian dengan mengungkapkan satu kata atau frase yang dirasa menjadi paling dikehendaki Tuhan

7. Setelah semuanya selesai, percakapan rohani ini bisa ditutup dengan doa penutup.

DINAMIKA RETRET

Secara garis besar, 8 hari retret ini dibagi menjadi 4 bagian sebagaimana minggu-minggu dalam LR. Hari ke-1 dan ke-2 adalah hari conditioning dan melihat asas dan dasar kita sebagai Jesuit. Lalu dari hari ke-3 hingga ke-7, yang boleh dikatakan menjadi dinamika utama pada retret ini, kita diundang mencecap-cecap dan mendalami lagi panggilan kita. Kita masuki lagi identitas dan perutusan kita, dengan penekanan pada aspek eklesial (missio Dei), komunal (kolaborasi dan persahabatan), kemurahan hati dan semangat miskin, wajah sukacita dalam panggilan dan undangan untuk mengobarkan api-api yang lain. Dengan 5 tema yang ditawarkan kita diajak untuk merenungkan dan melihat kembali bagaimana kita menjalani hidup panggilan kita selama ini. Sementara itu, hari ke-8, kita menggenapi dengan dinamika minggu ke-3 dan ke-4 LR serta Kontemplasi mendapatkan Cinta. Pada hari terakhir ini, kita diajak untuk membangun sikap dan cara kita bertindak yang tepat guna memasuki minggu ke-V, yakni hidup sehari-hari.


Setiap hari ada rahmat yang dimohonkan, lalu ditawarkan 2 atau 3 bahan doa dengan diikuti beberapa pertanyaan refleksi. Setiap periode doa diatur lama waktunya 60 menit. Selain itu ada bacaan rohani dan kisah sejarah Serikat atau Provindo, yang bisa digunakan sebagai bahan pendukung permenungan dan konsiderasi. Dengan membaca cuplikan kisah sejarah Serikat atau Provindo, kita dibantu untuk menyerap lagi semangat-semangat para jesuit pendahulu, yang telah menanamkan benih-benih keselamatan dan menantang kita untuk melanjutkan tugas itu pada saat ini dengan baik dan tepat. Lalu, lebih dari itu semua, terkait dengan bahan doa dan permenungan yang cukup banyak, selalu diingat serta dipegang prinsip Latihan Rohani yang ditegaskan oleh St. Ignatius pada anotasi 2, bahwa yang bermanfaat adalah “bukan berlimpahnya pengetahuan, melainkan merasakan dan mencecap dalam-dalam kebenarannya” (LR 2).

JADWAL HARIAN


Acara Pembuka (Sore di Hari I)
18.00. Ekaristi Pembukaan
Doa Pribadi
Diatur sendiri-sendiri, setiap periode berlangsung 60 menit.

Percakapan Rohani
Pkl. 16.30. Dalam kelompok kecil.

Refleksi Pribadi
Dilakukan 15 menit setelah doa pribadi dengan membuat catatan.

Ekaristi Harian Bersama
Pkl. 18.00 setiap hari, dilanjutkan dengan Puncta