Blog Image

ASAS DAN DASAR SEBAGAI JESUIT


Agar aku semakin mensyukuri panggilanku di dalam Serikat dan semakin mengakarkan lagi pada asas dan dasar Serikat didirikan; serta semakin setia dan semangat dalam perutusanku saat ini.


Dalam pertobatan kita, baik secara personal maupun institusional, kita juga diajak kembali ke akar panggilan kita sebagai Jesuit. Selain akar Latihan Rohani, kita harus pula melihat kembali Konstitusi. Pada Formula Instituti, paragraf awal Konstitusi, diajukan panggilan kita sebagai Jesuit sebagai berikut:

“Barang siapa ingin berjuang sebagai prajurit Allah di bawah panji Salib dalam Serikat kami - yang ingin kami tandai dengan nama Yesus, dan melulu melayani Tuhan dan Gereja mempelai-Nya, di bawah Sri Paus di Roma, Wakil Kristus di dunia - setelah mengikrarkan kaul meriah kemurnian, kemiskinan dan ketaatan seumur hidup, haruslah ia menyadari bahwa dirinya adalah anggota Serikat, yang didirikan terutama dengan tujuan ini, yakni membela dan merambatkan iman, serta memajukan jiwa-jiwa dalam kehidupan serta ajaran kristiani, melalui khotbah-khotbah, pelajaran dan segala bentuk pelayanan Sabda Allah yang lain, serta dengan memberikan Latihan Rohani, mengajar agama kristiani kepada anak-anak dan orang-orang sederhana, serta memberikan penghiburan rohani kepada umat beriman dengan mendengarkan pengakuan dan melayani sakramen-sakramen lainnya. Lagi pula, Serikat mau menawarkan jasanya dalam mendamaikan orang yang berselisih dan membantu serta melayani penuh cinta mereka yang berada dalam penjara atau di rumah sakit, dan melakukan karya amal kasih lainnya yang sekiranya akan menambah kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan umum; semua itu akan dilakukan seluruhnya dengan cuma-cuma dan tanpa mau menerima imbalan apa pun atas jerih payahnya.

Selanjutnya, hendaknya (setiap orang) berusaha, sepanjang hidupnya, pertama-tama untuk memusatkan perhatian pada Allah dan kemudian pada hakikat institusi yang telah dipeluknya ini, yang merupakan semacam jalan menuju Tuhan; dan dengan sekuat tenaga berusaha mencapai tujuan, yang oleh Tuhan dihadapkan padanya, masing-masing menurut rahmat yang diberikan oleh Roh Kudus, dan sesuai dengan tingkat khas panggilannya sendiri.”

Pada hari kedua ini, kita ingat kembali panggilan kejesuitan kita:

  • Sejauhmana kita dengan setia dan tekun telah “memusatkan perhatian pada Allah” dalam hidup kita?
  • Bagaimana caraku “membela dan merambatkan iman, serta memajukan jiwa-jiwa” di dalam panggilan dan perutusanku sebagai Jesuit di zaman ini? Apa yang menjadi tantangan bagiku, baik secara personal maupun institusional?

Bahan Doa

  • Image Name
    Kontemplasi Penjelmaan: LR 101-109
    Pendahuluan I. Mengingat-ingat cerita yang harus ku kontemplasikan. Di sini ialah Ketiga Pribadi Ilahi memandang seluruh permukaan atau keliling bumi penuh dengan manusia. Dan karena melihat semua masuk neraka, mereka memutuskan dalam kekekalan-Nya supaya Pribadi yang kedua menjadi manusia untuk menyelamatkan bangsa manusia. Maka tibalah saat pelaksanaannya. Mereka mengutus malaikat Gabriel menghadap Ratu kita. Pendahuluan II. Membayangkan tempat dalam angan-angan. Di sini melihat luasnya permukaan bumi di mana tinggal sekian banyak bangsa yang berbeda-beda. Kemudian melihat juga secara khusus rumah dan bilik Ratu kita di kota Nazaret, di daerah Galilea. Pendahuluan III. Mohon apa yang ku kehendaki. Di sini mohon pengertian yang mendalam tentang Tuhan yang telah menjadi manusia bagiku agar lebih mencintai dan mengikuti-Nya lebih dekat. Catatan. Baiklah di sini diingat bahwa doa-persiapan itu tadi harus dilakukan tanpa diubah-ubah seperti telah dikatakan pada pemulaan, apalagi hendaknya dilakukan ketiga pendahuluan yang sama selama Minggu ini dan minggu-minggu selanjutnya menurut bahan yang dibentangkan. Pokok I. Melihat pribadi-pribadi satu persatu. 1- Mereka yang berada di atas permukaan bu- mi,dalam aneka ragam pakaian dan tingkah laku mereka. Ada yang putih, ada yang hitam, ada yang dalam perdamaian, ada yang dalam peperangan; ada yang me- nangis, ada yang tertawa, ada yang sehat, ada yang sakit; ada yang lahir, ada yang tengah meninggal, dsb. 2- Melihat dan menimbang-nimbang Ketiga Pribadi ilahi, bersemayam di atas tahta ke- rajaan atau singgasana Keagungan ilahi; mereka memandang seluruh permukaan bumi, serta segala bangsa dalam kebutaan yang sedemikian pekat, meninggal dan turun ke neraka. 3- Melihat Ratu kita dan malaikat yang mem- beri salam kepadanya. Dan melakukan re- fleksi untuk mengambil buah dari apa yang kulihat. Pokok II. Mendengarkan apa yang dikatakan orang- orang di permukaan bumi: bagaimana mereka ber- cakap-cakap yang satu dengan yang lain; bagaimana mereka bersumpah jahat, serta menghojat Allah dsb. Demikian juga, apa yang dikatakan Pribadi- pribadi ilahi: "Marilah kita laksanakan penebusan. bangsa manusia", dsb. Lalu melakukan refleksi untuk mengambil buah dari kata-kata mereka. Pokok III. Sesudah itu memandang apa yang dilaku- kan orang di permukaan bumi: pukul-memukul, bunuh-membunuh, masuk neraka, dsb. Demikian juga, apa yang dilakukan Pribadi-Pribadi ilahi: me- ngerjakan Penjelmaan yang teramat suci, dsb. Demikian juga apa yang dilakukan malaikat dan Ratu kita: bagaimana malaikat melaksanakan tu- gas menyampaikan kabar, dan Ratu kita meren- dahkan diri serta berterima kasih kepada Keagung- an ilahi. Dan melakukan refleksi untuk mengambil buah dari masing-masing perkara ini. Percakapan. Akhirnya mengadakan suatu percakapan, sambil memikirkan apa yang harus kukatakan kepada Ketiga Pribadi ilahi, atau kepada Sabda abadi yang telah menjelma atau kepada Bunda-Nya, Ratu kita. Memohon menurut apa yang kurasa dalam hatiku, untuk dapat lebih baik mengikuti dan meneladan Tuhan kita yang baru saja menjelma. Berdoa Bapa kami satu kali.
  • Image Name
    Yunus 1,1-17. Yunus mengingkari panggilan Tuhan
    Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi. Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
  • Image Name
    Kis 9, 1-18. Saulus bertobat
    Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku." Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.