KEPADA SELURUH SERIKAT

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, Damai Kristus!


Pada awal tahun ini, saya telah menulis kepada semua Superior Mayor untuk mengundangkan dilaksanakannya Kongregasi Prokurator ke-71. Dalam surat tersebut, saya mengidentifikasikan Promosi Panggilan Jesuit sebagai tema pokok untuk dibahas baik dalam Kongregasi Prokurator maupun dalam persiapan Kongregasi Provinsi yang akan diselenggarakan tahun ini. Saya menulis kepada Anda sekalian pada hari ini untuk memperdalam tema tersebut dan juga untuk meminta bantuan Anda agar terus memajukan karya baik yang sudah dilakukan dalam bidang ini, hal yang amat penting bagi masa depan kerasulan dan masa depan Serikat kita sendiri.


Dalam upaya mendiskresikan bagaimana Roh telah berkarya memanggil para pemuda menjadi bagian dari Serikat, saya telah bertemu secara virtual dengan para promotor panggilan dari seluruh dunia, saya telah berbicara langsung dengan para Superior Mayor dari setiap Konferensi, dan saya telah mendedikasikan beberapa pertemuan Expanded Councils tahun lalu untuk membahas topik orang muda dan promosi panggilan. Dalam semua pembicaraan tersebut, satu pokok pembicaraan muncul secara jelas: Tuhan terus-menerus memanggil orang bagi Serikat, tapi kita perlu berkolaborasi lebih dengan panggilan-Nya dan membantu agar panggilan tersebut didengar.


Dalam semua Konferensi Superior Mayor kita, ada promotor-promotor panggilan hebat yang menjalani perutusan mereka dengan luar biasa. Kendati demikian, promosi panggilan yang efektif tidak dapat bergantung pada usaha sebagian kecil orang, entah seberapa hebatnya mereka. Kita membutuhkan tenaga, hasrat, dan komitmen setiap Jesuit dan rekan awam kita. Kita harus menghidupkan kembali sebuah kultur promosi panggilan yang mendalam dan luas, yang mendorong kita semua untuk berusaha bersama-sama memikat sahabat-sahabat baru bagi masa depan yang kepadanya kita ditarik oleh Tuhan.


Perhatian pada promosi panggilan bukanlah suatu perihal sampingan, bukan juga sesuatu yang mesti kita perhatikan semata-mata sebagai tanggapan atas jumlah anggota yang menurun. Ini adalah bagian dari cara kita bertindak, sebuah ciri pokok kultur dan identitas ke-Jesuit-an kita. Promosi panggilan haruslah menjadi bagian mendasar dari hidup-perutusan setiap anggota tubuh rasuli kita, tidak hanya para Jesuit, tapi juga semua yang dengannya kita berkolaborasi dalam perutusan.


Jantung dari usaha ini adalah anugerah ‘seni menemani’ yang membuat para pemuda terbantu untuk mendengarkan dan berdiskresi ke mana Tuhan menuntun mereka. Tuhanlah yang memanggil, tetapi kita harus secara aktif menemani panggilan ini karena orang muda biasanya membutuhkan bantuan dalam memahami dan berdiskresi. Sebagaimana yang telah ditunjukkan dengan jelas oleh Kitab Suci, panggilan Tuhan sering kali muncul dengan cara-cara yang mengejutkan pada saat dan tempat yang tidak terduga, mengundang mereka yang pada mulanya tidak dikira. Inilah mengapa kultur promosi panggilan sangat mendesak. Kita semua mesti siap untuk memfasilitasi dan menjadi bagian dari undangan Tuhan yang dapat muncul di mana saja. Hal ini semakin bernilai penting dalam dunia modern yang mengalami peningkatan sekularisasi dengan godaannya akan kekayaan, kehormatan, dan kebanggaan yang dapat dengan mudah mengalihkan perhatian orang muda dan mengaburkan suara Tuhan yang lembut dan tenang.


Pusat dari setiap panggilan Jesuit adalah panggilan dari Tuhan kepada suatu cara hidup religius yang unik; sebuah cara hidup yang diinovasikan oleh Ignatius dan para sahabat pertama dan dihidupi pula oleh para imam dan bruder Jesuit. Setiap Jesuit dipanggil menjadi bagian dari satu tubuh rasuli yang terdiri dari berbagai macam pekerja yang berbagi satu hidup-perutusan dan diikat oleh ketaatan yang dengannya Roh Kudus menuntun mereka.


Dalam tubuh rasuli ini, ada sebuah kemendasakan sekarang ini untuk mengimajinasikan kembali dan mempromosikan panggilan menjadi Bruder dalam Serikat. Tanpa adanya para Bruder, Serikat Jesus bukanlah Serikat Jesus. Menghargai panggilan Bruder dalam seluruh kepenuhannya membantu kita untuk memahami dengan lebih baik identitas istimewa imamat Jesuit. Para Bruder memeluk panggilan Jesuit dalam hidup berkaul dengan suatu cara yang secara istimewa jelas, dan mereka adalah teladan bagi kita dengan jalan keterlibatan akan perutusan yang berbeda dan sekaligus melengkapi para klerus. Keteladanan hidup religius mereka memiliki peran vital bagi Gereja masa kini seiring dengan usaha kita untuk memeluk kebersamaan yang dibutuhkan untuk mengikuti jejak Tuhan secara serempak. Lebih lanjut, di bagian-bagian dunia di mana semakin banyak pria yang lebih berumur, dari aneka latar belakang kerja profesional, tertarik pada hidup religius, panggilan hidup sebagai Bruder dapat menjadi pilihan yang menarik. Hal ini dikarenakan pilihan hidup sebagai Bruder dapat memberi pada mereka kesempatan formasi yang lebih terjalin dengan kebutuhan dan latar belakang khas mereka.


Menghidupkan kembali suatu kultur promosi panggilan menuntut kepemimpinan yang strategis dan dukungan yang konsisten pada tataran tertinggi; karenanya, saya meminta kepada semua Superior Mayor untuk memastikan bahwa Provinsi dan Regio mereka sudah memiliki rencana yang jelas bagi Promosi Panggilan per Desember 2021. Unsur penting bagi rencana ini adalah pembentukan tim promosi panggilan yang bertanggung jawab untuk menerapkan rencana tersebut, mengevaluasi prosesnya, dan merawat hidup rohani dan berkomunitas para anggotanya. Idealnya, tim tersebut diisi oleh perpaduan imam Jesuit, bruder, skolastik, dan rekan awam. Satu atau lebih Jesuit hendaknya diutus secara penuh (full-time) untuk hal ini dan untuk jangka waktu yang cukup sehingga program dan jejaring dapat berkembang secara semestinya dan mencapai kematangan. Pengalaman mengajarkan kita bahwa pendampingan personal secara intensif adalah kunci dari diskresi panggilan yang berhasil. Maka dari itu, tim-tim Promosi Panggilan di Provinsi dan Regio haruslah cukup besar agar mereka memiliki cukup waktu yang diperlukan untuk menemani secara memadai mereka yang datang pada kita untuk menegaskan panggilan.


Perencanaan promosi panggilan juga hendaknya mencerminkan kolaborasi yang baik dengan Kerasulan Orang Muda di setiap Provinsi, Regio atau Konferensi Superior Mayor. Kita tahu bahwa Tuhan telah memberi tiap orang panggilan khusus, dan sejak berdirinya, Serikat telah berhasrat untuk membantu tiap orang untuk menemukan apa kira-kira panggilan hidupnya. Karya pendampingan dan diskresi adalah ciri khas dari kerasulan bagi orang muda, dan bagian integral dari Preferensi Kerasulan Universal Ketiga. Sebagaimana yang telah disampaikan Paus Fransiskus pada Maret 2019 melalui ekshortasi Christus Vivit, semua kerasulan bagi orang muda dapat difokuskan pada pendampingan proses penemuan panggilan, entah ke martabat hidup apa pun ke mana mereka dipanggil. Dengan merengkuh kerja sama yang kreatif antara kerasulan orang muda dan program promosi panggilan, kita dapat membangun jejaring yang lebih luas dan menyediakan lebih banyak ruang bagi orang muda untuk mendengarkan panggilan Tuhan dan menanggapinya dengan merdeka.


Semua inisiatif yang diminta dari para Superior Mayor tentu akan membantu usaha kita untuk memikat Jesuit-Jesuit baru, tapi tentu tidak dapat berhasil jika tanpa kultur promosi panggilan yang kuat yang menuntut keterlibatan aktif semua Jesuit dan rekan awam kita. Ada banyak hal yang masing-masing dari kita dapat lakukan, tapi saya ingin menggarisbawahi dua hal secara khusus.


Pertama dan terutama adalah doa harian. Sebagaimana diajarkan oleh Yesus pada para murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9:37-8). Banyak dari kita berdoa untuk panggilan, tapi dapatkah kita menanggapi kebutuhan mendesak tersebut secara lebih sungguh-sungguh? Apakah kita sering jatuh dalam godaan untuk menganggap bahwa panggilan bagi Serikat ‘terjadi begitu saja’ atau bahwa tugas mempromosikan panggilan adalah tugas orang lain? Berdoa secara konsisten, setiap hari, secara pribadi maupun bersama-sama bukan hanya mengajukan permohonan langsung pada Tuhan, “tuan yang empunya tuaian”, melainkan juga mengubah kita, memperluas dan memperdalam hasrat kita dan membuat kita semakin selaras dengan mereka yang mungkin sedang dipanggil Tuhan dalam konteks sekitar kita.


Kedua, kita harus menciptakan ruang dan kesempatan bagi para pemuda untuk membayangkan dan mengalami seperti apa hidup seorang Jesuit itu. Di seluruh dunia, kita sedang mempromosikan panggilan dengan aneka cara yang amat kreatif dan memberi konsolasi. Meneliti hidup kita dapat membantu kita untuk menghargai karya baik yang telah dan sedang berjalan, sekaligus membuka diri kita terhadap kemungkinan-kemungkinan baru: Bagaimana komunitaskomunitas kita dapat mengembangkan hospitalitas? Bagaimana komunitas-komunitas mengungkapkan nuansa keterbukaan dan mencerminkan suatu cara hidup yang menarik dan memikat? Bagaimana kita sebagai komunitas merengkuh keluar pada para pemuda dan menciptakan kesempatan bagi mereka untuk mengenal cara hidup kita? Apakah kita, sejauh keadaan hidup dan karya kita mengizinkan, membuat hidup kita hadir dan tersedia bagi orang muda sehingga kita dapat menemani mereka dalam pergulatan mereka dengan pertanyaanpertanyaan mengenai kehidupan? Apakah kita bersedia untuk mengatakan pada seorang pemuda bahwa, dalam terang kualitas dan potensinya, kita dapat melihatnya sebagai seorang Jesuit? Apakah kita terbuka untuk berbagi cerita mereka dan cerita kita sendiri?


Promosi panggilan yang terbaik adalah melalui para Jesuit yang bergembira dengan panggilan mereka sendiri dan mencerminkan sukacita sejati dengan menghidupinya secara kasat mata. Kerinduan akan sesuatu yang lebih dalam daripada imbalan dan kepuasan yang ditawarkan oleh masyarakat sekuler ada di dalam diri setiap orang, kendati betapa pun tidak disadari. Pada beberapa orang, kerinduan ini termasuk juga panggilan menjadi Jesuit, dengan syarat bahwa mereka dapat mengenali dalam diri seorang Jesuit atau sekelompok Jesuit suatu ungkapan mengenai apa yang menarik mereka. Setiap dari kita, dalam karya dan komunitas, dapat bertanya pada diri sendiri, bagaimana seorang pencari dapat menemukan dalam diriku, dalam diri kita, hidup yang ia harapkan bagi dirinya sendiri? Apakah ia dapat menemukannya dalam diri kita kebenaran dari kata-kata yang mengesan dari P. Jenderal Adolfo Nicolas dalam doanya di akhir retret beliau pada tahun 2011 bersama General Council: ‘Tuhan Yesus, kami adalah orang-orang yang lemah dan berdosa, tapi kami adalah sahabat-Mu’. Apakah ada cara-cara yang dengannya kita dapat mencerminkan persahabatan dengan Yesus, yang kita sendiri tahu, membuat hidup kita berarti dan mendorong usaha yang kita lakukan dalam berbagai macam cara untuk membangun Kerajaan-Nya di berbagai belahan dunia?


Kita juga dapat bertanya pada diri kita sendiri, dalam karya dan perutusan yang kita jalani, bagaimana kita berkolaborasi secara kreatif dengan para suster, pastor paroki setempat, dan rekan awam untuk mengenali para pemuda yang mungkin memiliki panggilan? Bagaimana kita secara aktif berkoordinasi dengan Direktur Karya untuk memastikan bahwa diskresi panggilan menjadi bagian harian dari budaya di kerasulan setempat kita.


Hal-hal ini hanyalah sedikit dari berbagai cara yang dapat dan sedang kita kerjakan bersama untuk menciptakan budaya diskresi promosi panggilan. Tentunya seiring dengan komunitas-komunitas setempat mengambil waktu untuk berdoa dan melakukan percakapan rohani, mereka juga akan dapat “mencari dan menemukan” lebih banyak lagi langkah konkret dan tepat untuk membantu para pemuda di komunitas setempat mereka mendengar dan menanggapi panggilan Tuhan. Setiap orang dapat melakukan sesuatu. Setiap langkah kecil membuat perubahan. Saya telah meminta para Superior Mayor agar dalam percakapan tahunan mereka dengan setiap Jesuit untuk membahas sumbangan apa yang diberikan tiap dari mereka bagi promosi panggilan. Saya juga meminta para Superior Mayor untuk mendorong keterlibatan seluruh tubuh rasuli dalam karya promosi panggilan sehingga semua yang dengannya kita bekerja sama dapat secara aktif terlibat dalam bidang kehidupan yang mendesak dan padanya masa depan kita bersama tergantung.


Bulan Mei ini kita memulai perayaan Tahun Ignatian 2021-2022. Ini adalah waktu yang baik untuk mengingat bagaimana sebagai seorang pemuda, pasca sakit dan kekecewaan, Ignatius dipanggil pada suatu hidup baru dan untuk “melihat segala sesuatunya baru dalam Kristus”. Dalam semangat yang sama, marilah kita berkomitmen untuk berdoa tiap hari selama Tahun Ignatian meminta agar Tuhan terus memanggil para pemuda, sebagaimana dulu Ignatius, untuk melayani sebagai sahabat-Nya di bawah Panji Salib:


Tuhan, Raja Abadi atas segala sesuatu, Engkau telah memilih Ignatius untuk mengumpulkan para sahabat dalam tugas pelayanan-Mu dan untuk dipanggil seturut nama-Mu.
Engkau membuka hati mereka pada ilham Roh Kudus sehingga mereka dapat melayani Gereja-Mu dan membawa sukacita penyembuhan dan cinta penebusanMu pada semua orang. Engkau telah memanggil mereka untuk mengikuti-Mu dalam kemiskinan dan kerendahan hati di bawah Panji Salib dengan iman yang kokoh dan hati yang pemurah, kendati berapa pun harga yang mesti dibayar.
Engkau tidak pernah berhenti untuk melestarikan Serikat-Mu dan senantiasa membuka jalan-jalan baru bagi pelayanan kepada-Mu. Ya Tuhan, kami berdoa bahwa Engkau akan terus memanggil orang-orang untuk melayani Dikau dalam Serikat ini. Pada Tahun Ignatian ini, sebagaimana kami berdoa untuk dapat “melihat segala sesuatu secara baru dalam Kristus,” anugerahilah kami rahmat untuk menemani mereka dengan karunia diskresi.
Anugerahilah kami cinta kasih yang bijaksana agar kami dapat menawarkan pada mereka cara bertindak ini, tidak hanya dalam kata, tapi juga lewat integritas dan sukacita hidup kami, dan kehadiran Roh Kudus dalam perutusan kami.
Anugerahilah kami keterbukaan dan kemurahan hati untuk menerima mereka dalam komunitas-komunitas kami sehingga mereka dapat sungguh mengalami Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan bahwa kami adalah sahabat-sahabat-Mu, disatukan dan siap sedia untuk diutus ke mana saja dan kapan saja Engkau memilih untuk memanggil kami. Di atas semuanya, mampukanlah kami untuk menunjukkan dalam hidup dan karya kami bahwa ini adalah jalan yang pasti kepada-Mu, dalam cinta dan pelayanan bagi Gereja dan dunia.

Saudaramu dalam Kristus, Arturo Sosa, S.J.
Superior Jenderal Roma, 12 April 2021


(Teks asli bahasa Spanyol, diterjemahkan dari versi Inggris)
Terjemahan Indonesia oleh Teilhard A. Soesilo, S.J.




Hari 6: Sukacita dalam Perutusan
Misi di Papua. Catatan Pater Le Cocq D'ARMANDVILLE dan C. VAN DER HEIJDEN
Hari 7: Menyulut Kobaran Api yang Lain