Menjelang bulan Oktober 1552, Konstitusi diutuhkan dalam struktur 10 bagian dan Nadal beberapa bulan sebelumnya telah mulai menjelaskannya di Sisilia. Tetapi belum tersedia hasil tercetak dan salinan-salidan dibuat di setiap tempat karena Nadal meneruskan perjalanan di sebagian Eropa. Dalam kontroversi dengan kaum Protestan gagasan misi merupakan gagasan mencolok. Gereja menggunakan begitu saja. Seperti St. Paulus pernah menulis, “Bagaimana mereka akan mewartakan kabar gembira bila mereka tidak diutus?” (Roma 10:15). Dalam bagian VII Konstitusi, Ignasius menggunakan rumusan tersebut untuk menyebut karya pelayanan baik yang diperintahkan oleh Bapa Suci maupun oleh para Pembesar Serikat. Beberapa pedoman disajikan sebagai aturan seharusnya bagi semangat merasul mereka. Bulan Oktober 1552 Ignasius mendiktekan arahan-arahan berikut yang memiliki tujuan dan makna yang sama. Suratnya dibagi dalam tiga bagian: yang pertama menawarkan pedoman-pedoman merasul menyangkut diri sendiri; kedua mengenai relasi dengan sesama dan bagian akhir mengenai Serikat.


Yesuit yang diutus, dalam Serikat ini, untuk bekerja di kebun anggur Tuhan, harus mengingat tiga hal ini: yang pertama mengenai diri sendiri, yang kedua mengenai sesama yang ia temui dan yang ketika, mengenai pemimpin Serikat dan seluruh tubuh Serikat yang seorang Yesuit tersebut menjadi anggotanya.


Pedoman-Pedoman Menyangkut Diri Sendiri:


1. Terkait dengan diri sendiri, ia seharusnya tidak melupakan diri karena minatnya memperhatikan sesama. Ia harus menolak untuk melakukan dosa bahkan yang paling kecil pun supaya bisa lebih jauh memperoleh hasil yang paling besar di dunia ini dan bahkan harus tidak menempatkan diri dalam bahaya melakukan dosa paling kecil itu.


2. Mereka akan terbantu jiwa menghindar orang-orang yang mereka pandang membahayakan; atau kalau terpaksa bergaul dengan orang-orang seperti itu, buatlah sejarang mungkin melakukannya dan harus di hadapan umum. Mereka harus memperhatikan penampilan lahiriah orang dan memandang ciptaan Tuhan, tidak dari sisi menarik atau tidak, melainkan sebagai pribadi yang dibasuh di dalam darah Kristus, sebagai citra Allah, sebagai bait Roh Kudus dan semacamnya.


3. Mereka harus melindungi diri mereka dari segala yang jahat dan memperoleh setiap keutamaan; dan semakin sempurna memiliki keutamaan-keutamaan tersebut, akan semakin berhasil menarik orang-orang kepada mereka. Untuk maksud ini, akan membantu menyediakan waktu setiap hari untuk pemeriksaan batin, doa dan menyambut sakramen-sakramen dan sebagainya.


4. Mereka harus memperhatikan Kesehatan dan kekuatan badan.


Pedoman-Pedoman Menyangkut Sesama:


1. Mengenai sesama, kita harus hati-hati dengan orang yang kita hadapi. Mereka adalah pribadi-pribadi yang dapat kita harapkan memberi buah yang lebih banyak, karena kita tidak bisa menemui semua orang. Mereka haruslah orang yang lebih membutuhkan dan punya jabatan tinggi yang dapat memberi pengaruh orang lain karena wawasan. pengetahuannya dan hal-hal yang dimilikinya; mereka adalah orang yang cocok menjadi rasul; umumnya orang yang bila dibantu selanjutnya dapat membantu orang lain bagi kemuliaan Allah.


2- Mengenai pekerjaan yang dilakukan, ia mesti lebih mengutamakan hal-hal yang untuk itu secara khusus dia diutus daripada semua hal lain. Di antara karya-karya lain dia harus memilih yang lebih baik; yaitu yang lebih rohani daripada yang jasmani, yang lebih mendesak daripada yang kurang mendesak, yang lebih umum daripada yang khusus, yang lebih tahan lama dari pada yang sementara. Demikian Karena kita tidak bisa memilih keduanya. Kita harus ingat bahwa tidak cukup hanya memulai, tetapi kita harus sekuat mungkin menyelesaikannya dan menjamin keberlangsungan Karya-Karya baik dan saleh itu.


3. Mengenai sarana-sarana yang harus kita gunakan, di samping teladan hidup baik dan doa penuh dambaan suci, kita harus Mmempertimbakan apakah menggunakan pengakuan dosa atau percakapan-percakapan dan latihan rohani, atau mengajar katekese atau memberi Kuliah, khotbah dan yang lain. Kita harus memilih “senjata-senjata” yang kita gunakan, karena kita tidak bisa menggunakan semua yang akan dipandang lebih efektif dan kita akrabi.


4. Mengenai sikap dan cara bertindak, kita harus berusaha untuk menjadi rendah hati dengan mulai dari bawah dan tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang tinggi-tinggi, kecuali kita diminta dan ditanya atau diskresi mengarahkan ke hal tersebut, dengan memertimbangkan waktu, tempat dan pribadi-pribadi. Diskresi sendiri tidak dapat dikurung dalam aturan yang keras dan kaku. Cara bertindak kita harus memasukkan usaha menjaga kehendak baik orang yang kita hadapi dengan ungkapan yang didasarkan pada kebenaran, pada keutamaan dan kehangatan berelasi dan menjaga kehendak baik orang yang kuasa memerintah orang lain. Kita harus menggunakan kebijaksanaan suci dalam menyesuaikan diri dengan semua orang. Kebijaksanaan macam ini benar-benar akan diajarkan oleh pencurahan Roh Kudus, tetapi kita sendiri dapat membantunya dengan refleksi dan mencermati secara teliti. Pemeriksaan batin yang telah disebut di atas bisa diperluas dengan memasukkan hal ini dan harus dibuat apda waktu yang pasti setiap hari. Perhatian khusus harus diberikan pada persoalan-persolaan nurani; dan bila suatu solusi terhadap persoalan-persoalan nurani tidak jelas, kita harus tidak harus tidak memberi jawaban atau solisi terburuburu, tetapi harus mempelajari dan membuat pertimbangan yang diperlukan.


Pedoman-Pedoman Terkait dengan Serikat:


1. Hal yang harus kita miliki bagi pemimpin dan tubuh Serikat adalah pertama-tama ditunjukkan dengan membiarkan diri kita dibimbing oleh Pembesar dan menginformasikan kepada Pembesar apa yang harus Pembesar ketahui dan dengan taat menjalankan perintah-perintah yang diberikan.


2. Kamu dapat mendukung reputasi dan nama baik Serikat dengan membantu dimana saja kamu dapat melakukan bagi kemuliaan Allah, dan hal ini akan dilakukan secara khusus dengan mendukung pendirian kolese-kolese, bila melihat kesempatan, secara khusus dengan menarik kandidat-kandidat yang bisa diterima untuk Serikat. Orang-orang yang dimaksud ini haruslah orang-orang yang terdidik, cekatan, berjiwa muda, teristimewa bila mereka memiliki kepribadian baik, kesehatan baik, cerdas, siap untuk hal-hal yang baik, dan bebas dari halangan-halangan lain dan sebagainya.

****



Hari 8: Reformatio Vitae
Tur Misi oleh P. Fransiscus Straeter S.J.
Surat kepada Komunitas Yesuit di Alcala (1541)